Sabang Aceh Titik Nol Indonesia

Posted: October 21, 2012 in Sarana Prasarana

zwani.com myspace graphic comments

Jurnal Perjalanan Bang Eky (Nanggroe Aceh Darusalam)

Jika mendengar kata Aceh maka pasti ingatan kita kembali pada tahun 2004 dimana terjadi bencana maha dasyat yang meluluhlantahkan serambi Mekah itu..yaitu Tsunami.

Perjalanan saya ke Aceh bersama teman – teman dari Medan menempuh sekitar 14 jam, dimana sepanjang perjalanan saya sangat menikmatinya. Kami berangkat dari Medan jam 15.00 WIB dan sampai di Aceh menjelang subuh dan langsung menuju ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

  

                         Setelah shalat subuh kami langsung menuju ke pelabuhan Feri Ulee Lheue untuk menyeberang ke Sabang, namun ternyata dibuka jam 08.00WIB. Sambil menunggu pelabuhan Feri Ulee Lheue di buka kami mencari sarapan di kota Banda Aceh..yah Nasi Lemak sarapan khas orang Aceh, Kalau istilah orang Jakarta namanya nasi uduk.

Setelah selesai sarapan tepat jam 07.00 kami kembali menuju pelabuhan Feri untuk menyeberang ke Sabang. Dengan naik Feri Express Bahari kami menuju Sabang. Waktu yang di tempuh sekitar 2 jam.

Setiba di Sabang kami langsung mencari penginapan dan setelah itu menyewa mobil L300 milik warga setempat beserta pemandunya untuk berkeliling pulau Sabang.

Perairan Sabang terkenal dengan kekayaan terumbu karangnya. Kami dapat menyaksikan terumbu karang dengan menyewa kapal nelayan yg dilengkapi kaca di geladaknya seperti sebuah akuarium sehingga kami dapat melihat terumbu karang di dasar laut. Saya melihat banyak terumbu karang yang rusak akibat dampak dari Tsunami. Tetapi saya juga melihat terumbu karang baru yang mulai bermunculan dengan ikan-ikan laut aneka jenis bersembunyi di karang-karang.

Di kota Sabang ada monumen Tugu Nol dimana titik ini menunjukkan titik O KM-nya Indonesia dan disana banyak monyet-monyet yang hidup liar.

  

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai bukti bahwa kita sudah menginjakkan kaki di Titik Nol ini maka pemerintah setempat menerbitkan piagam penghargaan seperti ini :

Setelah berpetualang di Sabang kami kembali ke Banda Aceh dan menuju saksi bersejarah peristiwa bencana tsunami yang sudah di buatkan sebuah museum yaitu museum tsunami. Di dalam museum terdapat sisa sisa peninggalan tsunami, video dan photo-photo tsunami.

Lihatlah betapa dasyatnya gelombang Tsunami pada saat itu..hingga perahu terhempas di atap rumah :

Sebagai kenangan untuk Tragedi Tsunami Aceh 2004 untuk kita jadikan renungan bahwa semua itu dimata Allah sangatlah kecil. Allah punya rencana dibalik segala musibah dan tentunya ada hikmah dibalik semua peristiwa… berikut ini videonya dari Youtube :

Demikian jurnal perjalanan saya dari Medan ke Aceh…semoga menjadi inspirasi anda untuk mengunjungi NAD.

Bang Eky..

(Medan-22 Juni 2012)

zwani.com myspace graphic comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s