TEAM WORK

Posted: November 11, 2011 in Konseling

zwani.com myspace graphic comments

Team Work?…apa sih arti dari Team Work?…

zwani.com myspace graphic comments

Ibarat rumah terdiri dari struktur yang saling berhubungan, diawali dari pondasi kemudian besi – besi slup yang memperkokoh batu bata untuk menjadi tembok, kemudian rangka atap baik yang terbuat dari bambu, kayu maupun baja dan setelah itu ditutup oleh genteng. Setelah menjadi suatu bangunan rumah di bagi lagi menjadi beberapa ruang, seperti teras, ruang tamu, ruang makan, kamar tidur, dapur, kamar mandi dan di percantik lagi dengan aksesoris ruangan seperti sofa, hiasan dinding, wall paper, taman dan lain – lain.

Nah…sebelum menjadi rumah maka para pekerja yang terdiri dari arsitek, mandor, tukang dan kenek mempunyai peran dan tugasnya masing – masing yang saling mengisi untuk membangun rumah. Tukangpun dibagi menjadi beberapa spesialis, ada yang spesialis kayu untuk membuat kusen, ada yang spesialis batu, ada yang spesialis plester dan aci, ada yang spesialis exterior dan interior semua memegang kendali atas keahlian masing – masing.

Penjelasan di atas dapat di kategorikan suatu team work. Coba jika mereka tidak ada kerjasama yang baik apakah mungkin rumah mungil yang cantik itu akan jadi?….tentu tidak. Team work diartikan dalam keseharian di lingkungan kerja adalah suatu kerja sama yang saling mengisi kekurangan yang ada untuk dapat tercapai tujuan yang di inginkan bersama. Untuk mencapai suatu team work memang sedikit sulit, kenapa saya katakan demikian?…sedikit sulit tentunya mudah untuk di hasilkan suatu pencapaian tujuan. Dalam arti suatu team work terdiri dari beberapa karakter individu yang kompleks. Tidak semua individu mempunyai visi dan misi yang sama untuk mencapai tujuan yang di rancang. Tetapi perbedaan – perbedaan inilah yang akan menjadi warna untuk memformulasikan suatu team work yang solid. Tinggal bagaimana di ramu dan di pecahkan dengan bijak segala polemik yang timbul dari masing – masing perbedaan karakter dan sifat individu di dalamnya.

zwani.com myspace graphic comments

Ada sedikitnya lima hal model orang yang ada di suatu team work. Dimana jika model orang ini tidak ada kerja sama yang baik maka tidak dapat menghasilkan team work, tetapi jika model orang ini saling berpegangan tangan, bahu membahu maka akan dihasilkan suatu team work yang solid dan handal. Model orang ini, kalau mengacu pada pendapatnya Karl Albrecht (Understanding People: model & concept: 1977), dikelompokkan ke dalam sebuah akronim AEUIO berikut ini:

A > Action Person. Dia adalah orang pekerja, pelaksana atau eksekutor lapangan. Konsentrasinya yang paling besar biasanya pada hasil akhir dan umumnya tidak sabar menunggu atau kurang gemar beretorika. Untuk memotivasinya, tunjukkan tujuan akhirnya dan jelaskan bahwa dirinya adalah orang yang paling cocok untuk meraih tujuan itu.

E > Energizer Person. Dia adalah penggerak, bisa memotivasi orang lain, atau mampu mengembangkan potensi orang lain untuk meraih tujuan bersama. Orang seperti ini dapat memahami ide, gagasan, nilai-nilai dan konsep. Untuk orang seperti ini, jelaskan ide / gagasan atau nilai yang melatarbelakangi tujuan dan bantulah dalam melihat berbagai peluang agar tujuan itu bisa direalisasikan.

I > Idea Person. Dia ingin melihat konsep dulu, ingin mempelajari masalah dulu, ingin mendiskusikan berbagai pendekatan atau cara kreatif yang akan dilakukannya lebih dulu. Dia memunculkan berbagai gagasan, konsep, tehnik dan kemungkinan. Bahkan terkadang memunculkan ide-ide spektakuler. Apesnya, tidak semua orang mampu dan mau memahami pikirannya. Cara memotivasinya adalah libatkan dia dalam pencarian solusi atas persoalan yang muncul.

O > Organizer Person. Dia bisa mengorganisasikan orang dengan berbagai kekuatan yang dimiliki, bisa membuka kerjasama, bisa menangani operasi di lapangan, dan bisa menggerakkan orang lain. Orang seperti ini biasanya punya konsentrasi dan orientasi pada manusia, hubungan dan proses. Untuk memotivasinya, berilah dia peranan dan tanggung jawab supaya bisa merumuskan rencana, membuat penugasan, dan manangani operasi.

U > Uncommitted Person. Secara fisik dia terlibat, tetapi secara hakekat, dia tidak terlibat. Keberadaannya sebetulnya sama dengan ketidakberadaannya. Banyak faktor yang membuat seseorang menjadi “uncommitted” ini. Misalnya saja dia merasa tidak dianggap atau tidak dilibat. Salah satu cara untuk memotivasinya adalah, libatkan dia dalam perencanaan, pancinglah gagasannya untuk perbaikan, tanyalah ide-idenya tentang solusi. Setelah dia menjelaskan apa yang dimaui, buatlah kesepatakan tentang siapa yang menjalankan apa. Dengan begitu dia merasa punya tanggung jawab.

Syarat utama yang esensial dari suatu team work adalah suatu perasaan yang sama, pengertian dan memahami pendapat sesama anggota individu, dan  “focus on problem, not on people” Kenapa? Ketika yang kita koreksi itu orangnya, semua orang di dunia ini punya hak untuk merasa lebih benar (egoisme kebenaran-sendiri).

zwani.com myspace graphic comments

Catatan Harian Bang Eky 12 November 2011

Tg. Morawa Medan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s