Mimpiku 15 tahun silam

Posted: March 21, 2011 in Supranatural

Ya Allah..dulu engkau pernah memberi aku mimpi yang sampai saat ini masih kuingat, mimpi aku menghadapi sakaratul maut.

Waktu itu saat aku tertidur setelah shalat isya tiba2x diatas plafon ada setitik cahaya putih lalu semakin lama semakin membesar membentuk suatu lubang..silau sekali, tiba – tiba muncul sesosok mahluk memakai baju gamis dan bersorban putih. Mahluk itu sesosok pria. Aku tidak bisa memandang wajahnya karena wajahnya bersinar sama menyilaukan.

Kemudian dia berkata “Assallammu’allaikum waktumu di dunia sudah selesai” kemudian dia meletakkan tangannya di kepalaku dan diusapkan sampai ujung kakiku, lalu kembali kedua tangannya ke kepalaku, dan dia seperti menarik sesuatu di ubun ubun kepalaku, kemudian aku merasa badanku menjadi ringan dengan rasa sakit dikerongkonganku. Aku melihat jasadku yang membujur kaku, sementara aku seperti angin dan aku menangis memandangi jasadku. Lalu dia berkata: “sebelum kamu ikut aku apakah kamu ada permintaan untuk terakhir kalinya”. Berhubung waktu itu aku kost di Purwakarta jauh dari orang tuaku aku minta kepada dia aku ingin menemui ibu dan bapakku untuk mohon maaf. Dia mengabulkan permohonanku kemudian dia menarik tanganku dan memasuki lubang putih itu. Perasaanku saat memasuki lubang itu sekelilingku hanya cahaya putih, tiba – tiba aku sudah sampai di depan rumahku. Mahluk itu memberi aku kesempatan untuk menemui kedua orang tuaku yang saat itu sedang makan bersama dengan kakak dan adikku. Lalu aku kembali ditariknya memasuki pintu putih dibelakangnya dan tiba – tiba aku sudah berada di padang yang sangat luas dimana langit hanya sejengkal dari kepala, tidak ada pohon atau apapun..hampa. Disana banyak sekali orang yang memakai pakaian ihram (haji), dan orang2x tersebut adalah orang2x yang sudah meninggal yang aku kenal. Mereka semua diam dan memandang ke arah depan, dimana aku melihat ada 3 deretan meja dan kursi berjejer yang masing2x meja ditunggui oleh dua mahluk, 1 berdiri dan 1 lagi duduk .Mahluk itu mengenakan pakaian putih-hitam-kuning, dan dibelakangnya masing2x ada pintu. Sosok yang mengantarkanku berkata “Aku hanya sampai sini saja, silahkan kamu menunggu disini”, kemudian dia menghilang. Lalu masing2x orang yg berkumpul tadi di panggil oleh sosok yg di depan. Jika yg memanggil sosok putih orang tersebut di tuntun, tapi jika yg panggil sosok hitam dia diseret sambil ditendang. Kemudian orang2x tersebut dihadapkan di meja dan diberikan sebuah buku dan mereka menangis , setelah itu masing2x memasuki pintu dibelakang meja tsb. Aku menunggu lama hingga kemudian hanya aku sendirian, tiba2x aku dipanggil oleh sosok mahluk kuning (putih-hitam-kuning adalah pakaian yg dikenakannya). Kemudian aku diberikan sebuah buku…disitu tergambar jelas amal perbuatanku sejak aku kecil sampai aku tertidur tadi. Sosok mahluk tersebut berkata : “kamu belum waktunya dipanggil, oleh karena itu kamu saya panggil untuk pulang kembali, silahkan kamu masuk ke pintu dibelakang ini”. Aku bertanya padanya “kenapa hanya aku yang masuk ke pintu ini, sementara yg lainnya masuk di pintu putih dan hitam, bolehkan aku melihat pintu putih dan hitam itu?..”. Sosok mahluk berpakaian kuning tersebut marah sekali, aku dibentaknya. Tiba2x sosok mahluk putih dan hitam tersenyum, dan amarah sosok mahluk kuning reda. Lalu dia berkata “Kamu di ijinkan, tetapi hanya menengok saja”. Lalu aku diantarnya ke pintu putih. Allahu Akbar…saat aku menengok kedalamnya pintu itu lurus seperti lorong dan di kanan kirinya ada pintu..masing2x pintu ada orang berbaris sedang memasuki pintu2x itu. Harum sekali aroma lorong pintunya dan sejuk, dan tidak pernah aku merasakan sebelumnya. Setelah itu aku menengok pintu yang hitam..Allahu Akbar aku seakan ingin terpental karena hawanya begitu panas dan bau bangkai busuk, tetapi aku hanya sekilas melihatnya, sama seperti pintu putih berlorong dan di kanan kirinya ada pintu2x. Setelah itu aku diantarkan oleh sosok mahluk kuning memasuki pintu kuning. Akhirnya hanya aku yg memasuki pintu kuning…hingga aku terbangun, tetapi aku terkejut karena mataku berlinang air mata. Aku sudah tanyakan mimpi ini kepada guru mengajiku KH. Imam Zamroji, Al-Hikmah salah satu Ustadz di Dewan Dakwah Islamiah, beliau hanya mengatakan “Subhanallah” (سبحان الله). Menurut beliau fase yang aku lewati yakni “alam kubur” , jika aku melewati fase alam kubur mungkin malam itu juga aku meninggal dunia.

laa ma’buuda haqqun illallahu…laa ma’buuda bihaqqin illallahu.

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush sholihat.

Wal ‘ilmu ‘indallaah

Mimpi ini terjadi saat aku bekerja di PT. Sepatu Bata Purwakarta tahun 1996  dan aku kost di Desa Cibening Purwakarta. Mudah2xan cerita ini menjadi momentum untuk kita selalu siap mengahadapi ajal atau kematian.

Tg. Morawa Medan, 22 Maret 2011

Singgih W

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s