Tanda 100 hari sebelum meninggal

Posted: March 19, 2011 in Islam

zwani.com myspace graphic comments

Singgih Hussary Al Abbasy (sumber dari berbagai Tafsir)

Allah maha besar..Allah maha berkuasa atas segalanya.

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” : surah Ali Imran 145

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” :surah Ali Imran 185

“Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu)” : surah Al An’aam 2

Sebelum  membicarakan  wawasan  Al-Quran  tentang  kematian,
terlebih  dahulu  perlu  digarisbawahi  bahwa kematian dalam
pandangan Al-Quran tidak hanya terjadi  sekali,  tetapi  dua
kali. Surat Ghafir ayat 11 mengabadikan sekaligus membenarkan
ucapan orang-orang kafir di hari kemudian:

zwani.com myspace graphic comments

     "Mereka berkata, 'Wahai Tuhan kami, Engkau telah
     mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan
     kami dua kali (pula), lalu kami menyadari
     dosa-dosa kami maka adakah jalan bagi kami untuk
     keluar (dari siksa neraka)?"

Kematian  oleh   sementara   ulama   didefinisikan   sebagai
"ketiadaan  hidup,"  atau  "antonim  dari  hidup."  Kematian
pertama dialami oleh manusia sebelum kelahirannya, atau saat
sebelum  Allah menghembuskan ruh kehidupan kepadanya; sedang
kematian kedua, saat ia meninggalkan dunia  yang  fana  ini.
Kehidupan  pertama  dialami  oleh  manusia pada saat manusia
menarik dan menghembuskan nafas di dunia,  sedang  kehidupan
kedua  saat  ia berada di alam barzakh, atau kelak ketika ia
hidup kekal di hari akhirat.

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma  mereka sadar atau tidak sadar.

Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut sehingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang munafaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memunafaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Tanda 40 hari sebelum hari mati

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalahbersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

Tanda 7 hari

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ianya berselera untuk makan.

Tanda 3 hari

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapakkakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

Tanda 1 hari

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakansatu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya

Tanda akhir

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Kematian  dalam  agama-agama  samawi  mempunyai peranan yang
sangat    besar    dalam    memantapkan     akidah     serta
menumbuhkembangkan   semangat  pengabdian.  Tanpa  kematian,
manusia tidak akan berpikir tentang apa  sesudah  mati,  dan
tidak  akan  mempersiapkan  diri  menghadapinya. Karena itu,
agama-agama  menganjurkan  manusia  untuk  berpikir  tentang
kematian.    Rasul   Muhammad   Saw.,   misalnya   bersabda,
"Perbanyaklah mengingat pemutus  segala  kenikmatan  duniawi
(kematian)."

zwani.com myspace graphic comments



Dapat  dikatakan  bahwa  inti  ajakan  para  Nabi  dan Rasul
setelah kewajiban percaya  kepada  Tuhan,  adalah  kewajiban
percaya akan adanya hidup setelah kematian.

Dari  Al-Quran  ditemukan bahwa kehidupan yang dijelaskannya
bermacam-macam   dan   bertingkat-tingkat.   Ada   kehidupan
tumbuhan,  binatang,  manusia,  jin, dan malaikat, sampai ke
tingkat tertinggi  yaitu  kehidupan  Yang    Mahahidup   dan
Pemberi Kehidupan. Di sisi lain, berulang kali ditekankannya
bahwa ada kehidupan di  dunia  dan  ada  pula  kehidupan  di
akhirat.  Yang  pertama  dinamai  Al-Quran al-hayat ad-dunya
(kehidupan yang rendah),  sedangkan  yang  kedua  dinamainva
al-hayawan (kehidupan yang sempurna).

     "Sesungguhnya negeri akhirat itu adalah al-hayawan
     (kehidupan yang sempurna" (QS Al-'Ankabut [29]:
     64).

Dijelaskan pula bahwa,

     "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar, sedang
     akhirat lebih baik bagi orang-orang bertakwa, dan
     kamu sekalian (yang bertakwa dan yang tidak) tidak
     akan dianiaya sedikitpun (QS Al-Nisa' 14]: 77)

Di lain ayat dinyatakan,

     "Hai orang-orang yang beriman, mengapa jika
     dikatakan kepada kamu berangkatlah untuk berjuang
     di jalan Allah, kamu merasa berat dan ingin
     tinggal tetap di tempatmu? Apakah kamu puas dengan
     kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di
     akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini
     dibanding dengan akhirat (nilai kehidupan duniawi
     dibandingkan dengan nilai kehidupan) di akhirat
     hanyalah sedikit (QS At-Tawbah [9]: 38).

Betapa kehidupan  ukhrawi  itu  tidak  sempurna,  sedang  di
sanalah  diperoleh  keadilan  sejati  yang  menjadi  dambaan
setiap manusia, dan di sanalah  diperoleh  kenikmatan  hidup
yang tiada taranya.

Satu-satunya   jalan   untuk   mendapatkan   kenikmatan  dan
kesempurnaan itu, adalah  kematian,  karena  menurut  Raghib
Al-Isfahani:

     "Kematian, yang dikenal sebagai berpisahnya ruh
     dari badan, merupakan sebab yang mengantar manusia
     menuju kenikmatan abadi. Kematian adalah
     perpindahan dari satu negeri ke negeri yang lain,
     sebagaimana dirtwayatkan bahwa, "Sesungguhnya
     kalian diciptakan untuk hidup abadi, tetapi kalian
     harus berpindah dan satu negen ke negen (yang
     lain) sehingga kalian menetap di satu tempat."
     (Abdul Karim AL-Khatib, I:217)


singgihw22.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s