Mengatur keuangan keluarga

Posted: February 9, 2011 in Konseling

Oleh : Singgih Wibowo

Keuangan dalam rumah tangga sangat perlu di manage dengan baik, karena jika tidak maka besar pasak dari pada tiang..itu kata guru saya saat masih SD. Peran dari suami sebagai kepala rumah tangga sangat besar dalam hal ini, karena ayah sebagai palang pintu mencari rejeki di keluarga (lain halnya jika istri juga bekerja).

zwani.com myspace graphic comments

Sebagai seorang decision maker dalam keluarga hendaknya suami jujur dan berterus terang kepada istri mengenai berapa penghasilan ia dalam bekerja. Karena jika tidak maka akan timbul kecurigaan istri terhadap suami. “Bujubuneng..ini khan slip gaji laki gue, ternyate gaji abang 10 juta, kok kasih ke gue 5 juta, nyang 5 jutanye kemane?” itu misalkan jika suami tidak jujur. Bisa berabe dech?…

zwani.com myspace graphic comments

Kembali lagi ke pokok permasalahan bagaimana mengatur keuangan dalam rumah tangga. Hal yang  fundamental dalam memenuhi kebutuhan pokok hidup manusia adalah sandang, pangan dan papan. Prioritaskan terlebih dahulu kebutuhan utama setelah itu kebutuhan sekunder dan terakhir kebutuhan tabungan untuk masa depan. Kebutuhan utama seperti membayar listrik, PAM, Sekolah anak, cicilan rumah, kebutuhan belanja bulanan lebih di prioritaskan. Setelah semua kebutuhan utama di penuhi maka kebutuhan sekunder bisa di penuhi, tetapi ini tidak mutlak loh!…

Jika semua kebutuhan baik utama maupun pelengkap terpenuhi maka yang harus di pikirkan adalah tabungan. Tabungan sangat penting dan berguna untuk menjaga segala sesuatu yang tidak di inginkan, seperti biaya berobat rumah sakit, meninggal dunia, kecelakaan. Selain menjaga hal – hal yang tidak di inginkan tabungan berguna untuk masa pensiun kelak. Jika usia produktivitas kita sudah tidak memenuhi harapan perusahaan, maka kita di pensiunkan. Rata – rata modus usia tidak produktif adalah 55 tahun. Apakah dengan usia tersebut kita masih butuh biaya hidup?…Tentu pasti, apalagi jika anak – anak kita masih bersekolah.

Dalam prakteknya memang sulit untuk bisa menabung, karena keinginan komsumtif manusia selalu ada. Terlebih jika saat awal bulan pergi ke mall atau tempat hiburan, tentunya disitu pengeluaran yang tidak di rencanakan akan timbul. Di sini peran kebijakkan antara suami dan istri perlu ditekankan. Tetapi bukan berarti “pelit” dalam pengeluaran, tetap untuk kebutuhan rekreasi keluarga harus ada, minimal seminggu sekali.

Lebih baik lagi jika istri bekerja…hmm.. ini akan lebih ada pemasukan untuk tabungan masa depan. Keterbukaan antara suami –  istri tentang uang harus di bicarakan dengan baik. Apakah untuk kebutuhan sehari – hari menggunakan gaji suami atau istri. Jika menggunakan pendapatan suami maka pendapatan istri di gunakan untuk tabungan hari tua. So..mudah bukan?….Tapi asal jangan si istri bilang ” Uangmu adalah uangku…uangku yah uangku” bisa gak ketemu jalan keluarnya ini.

Kesimpulan dari coretan ini adalah :

zwani.com myspace graphic comments

1. Perlu ada keterbukaan antara suami dan istri relevansi terhadap keuangan rumah tangga

2. Prioritaskan kebutuhan utama

3. Pikirkan untuk tabungan hari tua

4. Pergunakan usia produktif untuk berusaha keras

5. Jangan lupa sisihkan 2% pendapatan untuk infaq dan shodaqoh

Penulis adalah seorang sastrawan kesiangan

tetapi karya – karya satranya sudah banyak di muat di surat kabar

Buku – bukunya juga akan diterbitkan tinggal nunggu penerbit yang mau aja (Nego)

Silahkan link ke www.singgihw22.wordpress.com untuk info – info menarik lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s