Arti Pemimpin

Posted: February 8, 2011 in Dunia Kerja

Who’s Leader?...Pemimpin disini adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab apa?..tanggung jawab terhadap orang orang yang dipimpinnya.
zwani.com myspace graphic comments
Menemukan seseorang yang pantas untuk memimpin adalah hal yang dibilang mudah tetapi sulit. Mengapa demikian?…siapapun bisa menjadi pemimpin tanpa memandang latar belakang pendidikan maupun pengalaman berorganisasi. Namun menemukan tipe pemimpin yang mengerti segala permasalahan dibawahnya dan mampu memberikan solusi yang terbaik sangatlah sulit, sebab seorang pemimpin selalu berada ditengah – tengah antara managemen dan personal karyawan.

Di sisi dilema ini yang membuat seorang pemimpin yang memiliki leadership dipandang mampu atau tidak dari dua sudut pandang yang memiliki keinginan yang berbeda. Jika ia memihak yang diatas dalam hal ini managemen maka ia kontra dengan bawahannya, sebaliknya jika ia lebih memihak kepada bawahannya maka ia akan kontra dengan managemen. Bagaikan buah simalakama yang sulit untuk memutuskan.
zwani.com myspace graphic comments

Dalam berbagai literatur kepemimpinan sering kita temukan istilah art dan science. Istilah ini mengandung pengertian bahwa memimpin orang lain itu butuh pengetahuan tentang teori-teori leadership (science) dan butuh seni dalam mempraktekkan teori-teori itu. Dalam teori kaidah sosok pemimpin saya mengacu pada prinsip yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yakni :

–          Ing ngarso sungtulodo

Seorang pemimpin harus selalu terdepan dalam segala hal dan mampu me- manage / memimpin dan mengarahkan bawahannya.

–          Ing madya mangun karso

Seorang pemimpin harus bisa menjadi balance of manage / penengah dalam segala permasalahan untuk mencegah konflik yang terjadi dan bertindak adil pada bawahannya.

–          Tut wuri handayani

Seorang pemimpin harus bisa memberi motivasi dan semangat pada bawahannya untuk maju dan berkembang – berkreativitas serta mandiri dalam melakukan pekerjaannya.

Ketiga hal yang esensi inilah yang seyogyanya dimiliki oleh setiap pemimpin, agar tujuan yang diharapkan bersama dapat terwujud dengan nilai – nilai keselarasan harmoni dengan Managemen dan personality karyawan.
zwani.com myspace graphic comments

Ada sedikitnya tiga hal yang perlu kita perhatikan sebagai seorang pemimpin sebelum mengevaluasi bawahannya. Satu dari tiga itu adalah melihat model orang. Model orang ini, kalau mengacu pada pendapatnya Karl Albrecht (Understanding People: model & concept: 1977), dikelompokkan ke dalam sebuah akronim AEUIO berikut ini:

A > Action Person. Dia adalah orang pekerja, pelaksana atau eksekutor lapangan. Konsentrasinya yang paling besar biasanya pada hasil akhir dan umumnya tidak sabar menunggu atau kurang gemar beretorika. Untuk memotivasinya, tunjukkan tujuan akhirnya dan jelaskan bahwa dirinya adalah orang yang paling cocok untuk meraih tujuan itu.

E > Energizer Person. Dia adalah penggerak, bisa memotivasi orang lain, atau mampu mengembangkan potensi orang lain untuk meraih tujuan bersama. Orang seperti ini dapat memahami ide, gagasan, nilai-nilai dan konsep. Untuk orang seperti ini, jelaskan ide / gagasan atau nilai yang melatarbelakangi tujuan dan bantulah dalam melihat berbagai peluang agar tujuan itu bisa direalisasikan.

I > Idea Person. Dia ingin melihat konsep dulu, ingin mempelajari masalah dulu, ingin mendiskusikan berbagai pendekatan atau cara kreatif yang akan dilakukannya lebih dulu. Dia memunculkan berbagai gagasan, konsep, tehnik dan kemungkinan. Bahkan terkadang memunculkan ide-ide spektakuler. Apesnya, tidak semua orang mampu dan mau memahami pikirannya. Cara memotivasinya adalah libatkan dia dalam pencarian solusi atas persoalan yang muncul.

O > Organizer Person. Dia bisa mengorganisasikan orang dengan berbagai kekuatan yang dimiliki, bisa membuka kerjasama, bisa menangani operasi di lapangan, dan bisa menggerakkan orang lain. Orang seperti ini biasanya punya konsentrasi dan orientasi pada manusia, hubungan dan proses. Untuk memotivasinya, berilah dia peranan dan tanggung jawab supaya bisa merumuskan rencana, membuat penugasan, dan manangani operasi.
zwani.com myspace graphic comments

U > Uncommitted Person. Secara fisik dia terlibat, tetapi secara hakekat, dia tidak terlibat. Keberadaannya sebetulnya sama dengan ketidakberadaannya. Banyak faktor yang membuat seseorang menjadi “uncommitted” ini. Misalnya saja dia merasa tidak dianggap atau tidak dilibat. Salah satu cara untuk memotivasinya adalah, libatkan dia dalam perencanaan, pancinglah gagasannya untuk perbaikan, tanyalah ide-idenya tentang solusi. Setelah dia menjelaskan apa yang dimaui, buatlah kesepatakan tentang siapa yang menjalankan apa. Dengan begitu dia merasa punya tanggung jawab.

Sedikit tambahan dari saya Singgih Wibowo sebagai penulis bahwa “Tidak ada orang yang bisa memimpin orang lain sebelum dapat memimpin dirinya sendiri”

Tg. Morawa 8 Februari 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s